Home / OTODA / Kejar WTP Perketat Perencanaan RPJMD
Sejumlah jalan kabupaten di Lamongan terus dilebarkan untuk membantu kelancaraan transportasi dan tingkatkan perekonomian.
JM/MUHAJIRIN KASRUN
Sejumlah jalan kabupaten di Lamongan terus dilebarkan untuk membantu kelancaraan transportasi dan tingkatkan perekonomian. JM/MUHAJIRIN KASRUN

Kejar WTP Perketat Perencanaan RPJMD

JatimMandiri, Lamongan – Untuk mengejar penilian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),  Pemkab Lamongan mulai fokus menata RPJMD 2016-2021 dengan ketat dan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, RPJMD Propinsi Jawa Timur dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten.

Peryataan itu disampaikan oleh
Sekretaris Bappeda Edwin Anedi saat Evaluasi Pencapaian IPM dan MDG’s, serta Sosialisasi Sustainable Development Goal’s (SDGs), di Ruang Pertemuan Sabha Nirbawa Pemkab Lamongan, Rabu (21/9).

Dikatakan olehnya,  pengetatan perencanaan itu, selain untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Lamongan, juga untuk memenuhi indikator pengawasan dari BPK.” Karena muali tahun 2017, indikator pengawasan yang dilakukan BPK tak hanya akan terkait penganggaran saja,  tetapi juga mulai dari perencanaan,”terangnya.

Selain itu, dalam RPJMD Lamongan 2016-2021 kini juga memasukkan target pemenuhan Indeks Gini. Dalam RPJMD sebelumnya, Indeks Gini ini belum dimasukkan sebagai salah satu target.

Indeks Gini dimasukkan dalam RPJMD karena dapat menjadi indikator pemerataan pendapatan masyarakat di suatu populasi. Indeks yang juga sering disebut sebagai koefisien Gini adalah ukuran umum untuk menunjukkan seberapa merata distribusi pendapatan diantara populasi. Semaki kecil indeksnya, berarti distribusi pendapatannya semakin merata.

RPJMD Lamongan 2016-2021 menggunakan acuan angka tahun 2015. Yakni dengan pertumbuhan ekonomi 2015 sebesar 5,77 persen, PDRB per kapita (AHDB) Rp. 24,22 juta, IPM 69,84, Tingkat Kemiskinan 15,18 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,10 persen, Opini BPK masih WDP.

“Sementara RPJMD 2016-2021, nantinya ditargetkan pertumbuhan ekonomi bisa tercapai menjadi 6,25-6,68 persen, PDRB perkapita menjadi Rp. 42,90 juta, IPM 70,39-71,00, Tingkat kemiskinan turun menjadi 13,68-10 persen, TPT turun menjadi 3,54-3,44, opini BPK menjadi WTP dan Indeks gini 0,290-0,261, “ ungkap Edwin Anedi.

Terkait Millenium Development Goal’s (MDGs), Edwin Anedi menjelaskan selama ini Kabupaten Lamongan telah berkomitmen dan berupaya keras untuk mencapai sasaran MDGs yang merupakan tujuan pembangunan berkelanjutan nasional.

Untuk kedepannya, sambung dia,  konsep SDGs akan digunakan sebagai kerangka pembangunan baru, karena sudah mengakomodasi semua perubahan yang terjadi pasca MDGs yang berakhir di tahun 2015. Jika MD’s hanya terdiri dari 8 tujuan, SDGs  memiliki 17 tujuan dan 169 target.jir

About redaksi

Check Also

Jalan di Pamekasan (ilustrasi)

Perbaikan Jalan Batumarmar Pamekasan Didanai Rp4,2 Miliar

JatimMandiri, Pamekasan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada tahun 2018 menganggarkan Rp …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *