Home / LAIN-LAIN / Aksi Super Damai 212 Berakhir Dengan Damai, Pakar Politik Islam : Masyarakat Indonesia Adalah Masyarakat Yang Mulai Cerdas
Pakar Politik Islam Berbicara
Pakar Politik Islam Berbicara

Aksi Super Damai 212 Berakhir Dengan Damai, Pakar Politik Islam : Masyarakat Indonesia Adalah Masyarakat Yang Mulai Cerdas

JatimMandiri, Surabaya – Aksi demonstrasi yang terjadi pada tanggal 2 desember 2016 yang lalu, atau yang lebih dikenal dengan aksi super damai 212, berakhir dengan damai. Berbeda dengan aksi damai 411 yang berakhir dengan kericuhan, aksi super damai 212 berjalan dengan sangat khidmat meskipun hujan ikut mengiringi acara aksi tersebut. Pakar politik Islam, Laili Bariroh, berkomentar bahwa aksi damai tersebut merupakan aksi yang lumrah dalam konteks demokrasi, dalam rangka untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat kepada pemerintah. “Saya melihat aksi itu sebagai upaya menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah dan harus diberi ruang, jadi tak usah terlalu parno terhadap demonstrasi,” tuturnya.

Laili Bariroh juga menjelaskan bahwa pemicu aksi super damai 212 terjadi karena statemen politik Ahok dibawa ke dalam ranah agama, karena di Indonesia ranah agama adalah sebuah persoalan yang sangat sensitif. Statemen Ahok itu menjadi salah satu pemicu dari demonstrasi ini, tapi pada perkembangannya kemudian ada banyak persoalan, di Indonesia persoalan agama adalah hal yang sensitif dan menyentuh private seseorang, dan ketika statemen politik Ahok dilarikan menjadi statemen keagamaan, ini adalah persoalan yang lain yang tidak konstruktif bagi bangsa ini,” jelasnya.
Pakar politik Islam tersebut juga mengungkapkan, bahwa seringkali para elit politik menggiring masyarakat awam yang seharusnya murni persoalan agama, tetapi dibawa kedalam wilayah politik yang mungkin belum masyarakat ketahui. “Yang cukup membuat saya tidak nyaman itu adalah elit politik kita yang membawa masyarakat yang awam, yang menempatksn agama sebagai isu privat itu ke dalam wilayah-wilayah yang mungkin diluar dugaan mereka,” ungkapnya.

Dalam kritiknya, Laili Bariroh menjabarkan, sebenarnya masih banyak hal yang perlu dikritisi selain dari statemen Ahok yang menyinggung masalah agama yang saat ini masih menjadi perdebatan, terutama masalah kebijakan yang tidak pro rakyat. “Ya masyarakat kita lebih mudah diobok-obok jika terkait masalah itu (agama -red), sentimen itulah yang bisa mengumpulkan jutaan masyarakat,” tandasnya.
Dalam politik, Laili Bariroh mengungkapkan, mobilisasi massa yang paling mencolok itu tidak bisa dalam bentuk by accident tapi by design. “Sejak awal saya yakin aksi 212 itu disetting damai, buat saya terlalu konyol untuk kemudian mensetting 212 itu berakhir chaos, karena taruhannya sangat besar,” tambah Laili Bariroh.
Saat dikonfirmasi terkait apakah ada hubungan jika pelaku terduga makar ikut dalam aksi super damai 212 tersebut akan berakhir dengan kacau, Laili Bariroh mengatakan bahwa hal tersebut tidak akan berpengaruh secara langsung, menurutnya dalam politik terlalu beresiko aksi super damai 212 itu berakhir ricuh.

Laili berpendapat sebenarnya sasaran utama dari aksi super damai 212 itu sendiri adalah bukan untuk memenjarakan Ahok tetapi lebih kepada bagaimana caranya Ahok agar tidak berpolitik kembali. “Dipenjara itu adalah salah satu cara supaya Ahok tidak jadi (gubernur), karena secara sah dia tidak ada alasan untuk menolak pemilihan ketika dia masih belum dipenjara,” jelasnya.
Pakar politik Islam tersebut juga mengharapkan, agar masyarakat yang semakin cerdas dan kritis tersebut tidak dibawa mundur lagi oleh kepentingan-kepentingan politik sesaat. “Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang mulai cerdas, sudah mulai kritis, saya berharap bahwa kondisi itu tidak mundur kebelakang, yang pertama tolong masyarakat diberi pencerdasan politik untuk bisa melihat mana yang isu tersebut memang berkaitan dengan agama, dan mana yang isu agama yang dialihkan kearah politik, siapapun pemimpinnya jika kebijakan-kebijakannya tidak pro rakyat, harus dikritisi, saya rasa itu,” tukasnya. trk

About redaksi

Check Also

ilustrasi

JATIMMANDIRI, Kediri – Kenaikan harga beras juga terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *