Home / KORUPCANG / Penyidik Akan Memeriksa Keterlibatan Pejabat Diatasnya
Sita Dana Rp 1,5 Miliar. FOTO:  JM/ANT
Sita Dana Rp 1,5 Miliar. FOTO: JM/ANT

Penyidik Akan Memeriksa Keterlibatan Pejabat Diatasnya

JatimMandiri, Surabaya -Subdit Tipidkor Ditreskrimsus terus mendalami atas upaya Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) terkait dana alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Uang Rp1,5 miliar disita baru untuk pencairan termin ketiga.

Pada Rabu, (7/12), petugas Ditreskrimsus Polda Jatim membeberkan barang bukti uang dan mobil yang diamankan saat tim Saber Pungli menangkap terduga pungli di halaman kantor Bank Jatim cabang Sampang pada Senin, (5/12). Polisi juga menjelaskan modus pemotongan uang yang berasal dari APBN itu.
Berdasarkan uang Rp1,5 miliar yang diamankan itu terdiri dari banyak bundel, pecahan seratus ribu rupiah dan lima puluh ribu rupiah. Sebagian adalah uang hasil pemotongan dan sebagian uang ADD dan DD. Uang itu diamankan dari tujuh pelaku yang diamankan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Barung Mangera, menjelaskan setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, enam orang dilepas oleh Kepolisian dan satu orang tetap ditahan untuk diperiksa lebih lanjut. Dia adalah Kun Hidayat (KH), Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.

Sedangkan yang dilepas ialah staf Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Kedungdung, EH; Kepala Desa Batoporo Barat, J; istri J, M. Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Kedungdung sekaligus Pj Kepala Desa Moktesareh, S; istri Kepala Desa Banjar, RJ; dan keponakan RJ, H. “Hanya satu orang diperiksa lebih lanjut, inisial KH,” kata Barung.

Dirreskrimsus Kombes Pol. Adityawarman, mengatakan KH merupakan pegawai negeri sipil yang mengatur pemotongan ADD dan DD. Pada tangkap tangan ini, dana ADD dan DD yang diamankan ialah pencairan pada termin ketiga saja. “Kami masih dalami dugaan pemotongan dana termin kedua dan pertama,” ujarnya. Tak hanya itu, penyidik Tipidkor bakal mengembangkan kasus ini keatas.

Dia menjelaskan, pemotongan dilakukan sesaat setelah uang ADD dan DD dicairkan dari Bank Jatim cabang setempat. Saat kejadian, total dana dicairkan sebesar Rp 2 miliar lebih. Uang itu ialah ADD untuk empat desa di Kecamatan Kedungdung dan uang DD untuk enam desa di kecamatan tersebut. “Saat diamankan tinggal satu koma lima miliar,” tandasnya.

Adityawarman menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan aksi pemotongan ADD dan DD terjadi merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Sampang. “Kami akan kembangkan. Jika memang terjadi seperti itu akan kami tindak tegas,” jelas dia.
Diberitakan sebelumnya, tim Saber Pungli Polda Jatim menangkap tangan pungli dana ADD dan DD di Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Senin sore, (5/12). Awalnya, tujuh orang diamankan oleh polisi. Setelah diperiksa mendalam, hanya satu orang yang tetap ditahan, yakni oknum PNS Kecamatan Kedungdung.

Pemotongan di Kecamatan Kedungdung cukup banyak, rata-rata lima puluh persen dari total dana seharusnya diterima per desa. Di Desa Kramat, misalnya. Dari total Rp118,6 juta, setelah dipotong sampai ke desa hanya Rp65 juta. Bahkan, di Desa Nyeloh potongan dana lebih dari lima puluh persen. Desa itu hanya menerima Rp21,2 juta dari nilai seharusnya Rp139,3 juta.nt

About redaksi

Check Also

Henry J Gunawan

Dugaan Penipuan Rp 14M, Henry Gunawan Segera disidang

Jatimmandiri, Surabaya – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan Rp 14,5 Miliar dengan tersangka bos PT …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *