Home / YAHUD / TRAVELING / Jatim Genjot Pendapatan dari Pariwisata
Pantai Karanggonggso salah satu tempat wisata baru di Trenggalek Jawa Timur, yang akan dipromosikan untuk menarik wisatawan.
Pantai Karanggonggso salah satu tempat wisata baru di Trenggalek Jawa Timur, yang akan dipromosikan untuk menarik wisatawan.

Jatim Genjot Pendapatan dari Pariwisata

JatimMandiri, Surabaya – Potensi pariwisata di Jawa Timur sangat besar. Namun sayang potensi itu belum tergarap secara optimal. Imbasnya, suatu objek wisata hanya dikenal namun belum mampu menyumbangkan pendapatan daerah yang signifikan.

Kabil Mubarok, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim mengatakan, tahun 2017 akan mendorong Jatim membuat grand design Pariwisata. Yakni mengangkat lagi ke dunia internasional, satu persatu tempat wisata yang tersebar di 38 kabupaten/kota menjadi provinsi festival event. “Kita akan tingkatkan promosi wisata dengan event besar. Ini belum pernah dilakukan provinsi yang lain,” kata Kabil Mubarok, usai hearing dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, (3/.

Lebih lanjut Kabil menerangkan, salah satu hal yang akan dilakukan dalam desain besar itu adalah meningkatkan promosi pariwisata di setiap kota/kabupaten. Ia mencontohkan Jawa Timur adalah pemasok batik terbesar untuk nasional. Namun potensinya belum dimanfaatkan untuk menarik pariwisata.

“Kita belum pernah membuat even batik yang bertaraf internasional. Untuk itu kami minta Dinas Pariwisata membuat schedule event batik dengan taraf internasional,” pinta politisi asal PKB ini. Untuk even-even semacam ini, Kabil mengaku pihaknya siap memberikan anggaran sesuai kebutuhan.

Selain masalah promosi, kendala lain dalam bidang pariwisata adalah persoalan akses jalan. “Pariwisata Negeri di Atas Awan, Kabupaten Lumajang itu kan sangat bagus. Namun akses menuju ke tempat tersebut sangat jelek,” ungkapnya. Namun demikan pihak pemprov tidak bisa melakukan perbaikan karena akses jalan itu merupakan kewenangan Kabupaten Lumajang. Sebab itu, ia mengugah tiap kabupaten/kota untuk melakukan peningkatan-peningkatan dalam bidang ini

Sementara itu, Kepala Disbudpar Jarianto mengaku pihaknya mendukung penuh peningkatan sektor pariwisata agar bisa menyumbang pendapatan daerah. Saat ini pihaknya sedang menggodok Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Rippda) untuk dijadikan Perda. “Rippda ini sekarang masih menjadi Raperda, akan dibahas untuk dinaikkan menjadi Perda,” terang Jarianto.

Dilanjutkan, dalam Rippda ini akan diatur kewenangan kabupaten/kota untuk mengelola pariwisata di wilayah masing-masing. Harapannya, nanti akan terbentuk kawasan strategis pariwisata dan kawasan industri pariwisata. 

“Kalau strategi pariwisata itu murni hanya pariwisata, sedangkan industri pariwisata itu bisa digandeng dengan UMKM-UMKM,” ungkap dia. Perda ini, lanjut Jarianto, dirancang berlaku selama 20 tahun untuk kemudian setelah itu akan tinjau kembali. rko

About redaksi

Check Also

img_0842.jpg

Peringati Hari Pangan, Bude Karwo Makin Dekat Rakyat

JatimMandiri, Sidoarjo – Memperingati Hari Pangan Sedunia ke 27, Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *