Home / YAHUD / KESEHATAN / Ada Narkoba Jenis Baru, Khofifah Minta Masyarakat Waspada
Khofifah ditengah-tengah  jamaah Muslimat NU di Kabupaten Mojokerto, Minggu (14/5/2017).
Khofifah ditengah-tengah jamaah Muslimat NU di Kabupaten Mojokerto, Minggu (14/5/2017).

Ada Narkoba Jenis Baru, Khofifah Minta Masyarakat Waspada

JatimMandiri, Mojokerto – Ketua Umum PP Muslimat yang juga Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa kembali mengingatkan para kader muslimat, untuk berperang melawan peredaran narkoba. Apalagi saat ini sudah muncul narkoba jenis baru.

Hal ini sempat disampaikan Khofifah dalam rangkaian Harlah Muslimat ke 71 di Kab Mojokerto. Di depan para kader Muslimat Khofifah berharap, masyarakat khususnya ibu-ibu bisa menjadi benteng Indonesia dalam memerangi peredaran Narkoba. Karena mereka menjadi sosok yang mampu membentuk generasi penerus yang baik. “Narkoba jenis baru ini memiliki efek merusak melebihi yang lainnya,” kata Khofifah saat menghadiri peringatan Harlah Muslimat NU ke 71 di Desa Medali, Kabupaten Mojokerto, Minggu (14/5/2017).

Khofifah mengungkapkan, narkoba jenis baru ini adalah Sabu type Crocodile. Narkoba crocodile ini mulai masuk Indonesia sejak 4 tahun lalu dan sekarang semakin menyebar luas. Kalau dikonsumsi dalam jangka lama, daging akan rontok dimulai dari ruas jari. Kondisi ini terus berlangsung hingga daging di tangannya ikut rontok. “Ruas jari dan kulit, menghitam lalu mrotoli  kayak lepra.tapi wajahnya dan rambut utuh. Tulangnya mrotol belakangan,” terang Khofifah.

Khofifah mengingatkan masalah ini menunjukkan nerkoba jadi persoalan dunia. Untuk itu masyarakat khususnya warga Muslimat NU untuk memerangi peredaran narkoba. Pasalnya, menangkal peredaran narkoba ini disebabkan masih banyaknya orang yang tergiur hasil dalam bisnis ini, tentu sangat sulit. Sehingga  efek negatifnya tidak disampaikan. Maka ibu-ibu Muslimat harus memprioritaskan keluarga sebagai tempat membentuk generasi penerus bangsa.

“Kami meminta pada para orang tua harus selalu memantau anaknya. Sesibuk apapun orang tua harus mengawal dan mendoakan anaknya supaya terhindar dari hal-hal yang negative seperti narkoba. Sebab narkoba sangat berbahaya dan bisa merusak generasi bangsa,” tandasnya.

Khofifah menyebutkan, angka masyarakat yang ketergantungan terhadap narkoba di Indonesia cukup tinggi. Dimana jumlahnya mencapai 5,8 juta orang. Uang yang dihabiskan untuk membeli narkoba mencapai Rp 72 triliun pada 2016. rko

About redaksi

Check Also

img_0842.jpg

Peringati Hari Pangan, Bude Karwo Makin Dekat Rakyat

JatimMandiri, Sidoarjo – Memperingati Hari Pangan Sedunia ke 27, Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *