Home / EKORAT / UMKM / Komisi B Minta Disperindag Kontrol Kenaikan Harga Jelang Lebaran
img_8958.jpg

Komisi B Minta Disperindag Kontrol Kenaikan Harga Jelang Lebaran

JatimMandiri, Kediri – Sabtu Siang tadi (3/6/17) anggota komisi B DPRD Jatim melakukan sidak (inspeksi mendadak) di pasar Sentono Betek kota Kediri bersama Disperindag Jatim, Disperindag kota Kediri, Satgas Pangan dan sejumlah pihak terkait. Mereka melakukan pencegahan kenaikan harga-harga bahan pokok menjelang lebaran.

Anik Maslachah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim, menyampaikan, dari Hasil sidak kali ini diketahui harga beberapa kebutuhan bahan pokok di pasar relatif stabil, tapi ada yang harga dibawah HET (harga eceran terendah) yakni cabe rawit yang HET nya Rp 50.000 namun harga dipasar terjun bebas di angka Rp 38.000, Ada pula bahan pokok yg diatas HET yakni Minyak goreng HET Rp 11.000 sedangkan harga pasar Rp 11.500, sedangkan harga yang masih melambung adalah bawang putih mencapai Rp 54.000 per kilo, sedangkan HET Rp 38.000 per kilo, telur harga di pasar juga naik ada pada angka Rp 19.000 per kilo sedangkan HET nya hanya Rp 16.500.

“Dari hasil sidak ini menunjukkan tidak semua harga stabil, bahkan ada yang harganya terjun bebas, ada pula yang harganya naik, untuk itu komisi B DPRD jatim meminta Disperindag jatim bekerja serius dalam menjaga stabilitas harga, agar harga tidak terjun bebas yang imbasnya bisa merugikan petani, tidak pula meroket yang mengakibatkan menimbulkan gejolak di pasar,” pinta Politisi dari fraksi PKB ini.
Anik menambahkan, pemerintah lewat dinas terkait yakni Disperindag harus bekerja serius dalam menjaga stabilitas harga, bukan hanya memantau harga pasar, tetapi juga mengawasi dan mampu mengambil tindakan atau langkah cepat jika diketahui ada harga yang anjlok atau mengalami kenaikan. 

“Pengawasan secara ketat terhadap distributor harus dilakukan, karena pemicu kestabilan harga itu berangkat dari distributor, bila distributor menjual ke pedagang tinggi, secara otomatis pedagang akan menjual lebih tinggi lagi, untuk itu penegakan sangsi harus diterapkan sesuai dengan aturan yang ada, sehingga para pemain pasar tidak seenaknya memainkan harga,” ungkapnya. 
Anik menambahkan, Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah penempatan informasi melalui TV LED penempatannya harus strategis dan mudah dibaca agar masyarakat bisa mudah mengetahui harga di pasaran. “Tidak perlu menayangkan gambar lalu tulisannya kecil, yang terpenting adalah tulisan besar, sehingga masyarakat mudah membacanya,” usul ketua Perempuan Bangsa Jawa Timur ini. Rko

About redaksi

Check Also

UMKM JATIM

Omzet UMKM Jatim 2017 Tembus Rp458 Triliun

JatimMandiri, SURABAYA – Kucuran kredit perbankan di Jawa Timur (Jatim) selama triwulan I/2017 tercatat naik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *