Home / YAHUD / HIBURAN / Cegah Konflik Pilgub di Jatim, Kalimasadha Undang Cak Nun
Yusuf Husni SHW

Cegah Konflik Pilgub di Jatim, Kalimasadha Undang Cak Nun

 

JatimMandiri, Surabaya – Yayasan Kalimasadha Nusantara mulai prihatin dengan potensi konflik horizontal yang terus terjadi sejak pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. Yayasan yang didirikan Sigid Haryo Wibisono (SHW) ini mengharapkan Jawa Timur yang sebentar lagi punya gawe Pemilihan Gubernur, tidak tertular konflik Jakarta.

 

Upaya itu dilakukan YKN ini dengan cara menggelar Halal Bihalal’e Arek Suroboyo bersama Kyai Kanjeng dan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun Rabu 19 Juli 2017 di depan kantor SHW Center Jl Imam Bonjol No 78 Surabaya. Kegiatan diharapkan bisa menjadi refleksi sekaligus momentum kembali ke persatuan. Dengan mengundang Emha Ainun Najib, BangBang Wetan dan Kiai Kanjeng, jalinan silaturahmi diharapkan bisa memperkuat pencerahan akan masa depan NKRI. Baik untuk tamu undangan maupun masyarakat umum yang hadir. Khususnya, bagi warga Jawa Timur yang akan menghadapi agenda politik, Pemilhan Gubernur (Pilgub). “Kami mengajak semua elemen bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh Jawa Timur yang formal maupun informal. Ini untuk mengikat silaturahmi, agar kehidupan berbangsa dan bernegara semakin harmonis tidak terganggu oleh perbedaan,” ujar Yusuf Husni Ketua YKN Jawa Timur, Jumat (14/7/2017).

 

Yusuf bercerita, semangat ini dilakukan berdasarkan pada semangat para pendahulu di negara Indonesia. Ketika sedang mengalami kondisi perpecahan dan perbedaan, Presiden Ir Soekarno pada Hari Raya Idul Fitri 1948. Presiden pertama RI itu menemui ulama besar KH Abdul Wahab Hasbullah untuk mencari cara terbaik tanpa meninggalkan satu kelompok dengan kelompok lainnya. Muncullah saran untuk menggelar silaturahim nasional manfaatkan momen lebaran kala itu. Namun Bung Karno meminta ada istilah lain yang menjadi refleksi menjaga kesatuan Republik Indonesia. “Kala itu Bung Karno menginginkan istilah lain bukan sekedar silaturahim yang bagi umat Islam memang sunah hukumnya. Muncullah istilah Halal Bihalal, inilah yang sedang kita contoh,” terangnya.

Menurut Yusuf, membaca sejarah saat itu, kondisinya nyaris sama persis dengan saat ini. Elite politik saling bertikai yang menguras energi dan seolah mengabaikan persoalan di depan mata. “Ini kalau terus dibiarkan, bisa membuat tingginya kesenjangan sosial dan ekonomi yang bisa mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” terangnya. rko

About redaksi

Check Also

2-b-1-Pantai-Plengkung-Surfing-by-agentwisatabromo-740x493

Daftar 16 Tempat Traveling Instagramable di Banyuwangi

JatimMandiri, Banyuwangi – Meskipun masih terletak di Pulau Jawa, mungkin banyak dari Anda yang belum …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *