Home / HUKDIL / KEJAKSAAN / Dugaan Penipuan Rp 14M, Henry Gunawan Segera disidang
Henry J Gunawan
Henry J Gunawan

Dugaan Penipuan Rp 14M, Henry Gunawan Segera disidang

Jatimmandiri, Surabaya – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan Rp 14,5 Miliar dengan tersangka bos PT Gala Bumi Perkasa, Henry J Gunawan alias Cen Liang, memasuki babak baru. Penyidik Polrestabes Surabaya sudah menuntaskan berkas perkara ini (berkas P21). Kini, penyidik akan melimpahkan kasus tersebut ke kejaksaan.

 

“Berkasnya sudah P-21, tapi belum pelimpahan tahap 2 (berkas, barang bukti dan tersangka, red). Tahap duanya kapan, bisa ditanyakan ke penyidik,” ujar jaksa di Kejari Surabaya.

 

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela membenarkan jika kasus penipuan dan penggelapan dengan tersangka Henry J Gunawan sudah P21 (berkas dinyatakan lengkap dan sempurna). Sehingga, kasus tersebut tinggal menunggu tahap 2 atau pelimpahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan.

 

“Kami akan melakukan panggilan kepada yang bersangkutan (Henry J Gunawan, red) dalam minggu depan. Dalam hal ini kami akan berkoordinasi dengan teman teman kejaksaan dan PH (penasehat hukum) yang bersangkutan,” kata AKBP Leonard Sinambela, Minggu (30/7/2017).

 

Perwira Polisi asal Depok Jawa Barat ini tidak menampik bahwa penyidik sudah sempat melakukan pemanggilan pertama kepada Henry sebagai proses tahap 2. Namun setelah surat panggilan tersebut dilayangkan, Henry tidak datang alias mangkir. Menurut penasehat hukum Henry yang disampaikan kepada penyidik bahwa kliennya masih ada urusan di luar negeri. “Kami berharap surat panggilan nanti, yang bersangkutan bisa hadir. Agar proses tahap 2 bisa segera tuntas,” tandas AKBP Leonard.

 

Diberitakan sebelumnya, Hendry J Gunawan ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya, pada April 2017. Hendry dikabarkan menjadi tersangka atas kasus penipuan dan penggelepan, setelah dilaporkan oleh seorang Notaris bernama Caroline. Tidak tanggung tanggung, Bos PT Gala Bumi Perkasa itu diduga melakukan tipu gelap sebesar 14,5 Miliar.

 

Informasi yang diperoleh Surabaya Pagi di lapangan menyebut, Caroline melaporkan Hendry sejak 29 Agustus 2016. Pelaporan itu berawal ketika notaris mempunyai klien (korban) yang sedang melakukan jual beli tanah dan bangunan dengan Hendry yang saat itu menjadi Direktur PT Gala Bumi Perkasa. Saat itu, objek yang dijual oleh Henry dibeli oleh korban sebesar Rp 4,5 Miliar.

 

Setelah membayar ke Hendry, korban seharusnya menerima SHGB (surat hak guna bangunan) dari Hendry. Namun, SHGB yang masih ada ditangan Caroline, tiba tiba diambil oleh orang atas suruhan Hendry. Artinya, SHGB itu kembali ke tangan Hendry. Nah, setelah SHGB itu kembali ke tangan Hendry, oleh Hendry malah dijual lagi tanpa sepengetahuan korban. Bahkan, penjualan objek yang sama tersebut, bisa laku 10 Miliar.

 

Nah, saat korban mencoba menanyakan SHGB kepada Hendry, ternyata Hendry mengatakan jika SHGB itu masih berada di Notaris Caroline. Setelah dicek, Caroline mengaku jika SHGB itu telah diambil oleh anak buah Henry. “Darisanalah, notaris Caroline melaporkan Hendry ke Polrestabes Surabaya,” sebut sumber Surabaya Pagi di kepolisian saat itu.

 

Setelah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan beberapa kali, polisi dikabarkan menemukan fakta bahwa Hendry terbukti telah melakukan penipuan dan penggelapan dua kali dalam satu obyek. Yaitu 4,5 Miliar dan 10 Miliar. Atas dua alat bukti yang dikantongi penyidik, Hendry akhirnya resmi ditetapkan menjadi tersangka. n bkr/bd

About redaksi

Check Also

Bupati Pamekasan saat ditangkap KPK.

Partai Demokrat Pastikan Bupati Pamekasan Bukan Pengurus

SURABAYA, JatimMandiri – Ditangkapnya Bupati Pamekasan H Ahmad Syafii oleh KPK membuat sejumlah partai pengusungnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *