Home / YAHUD / HIBURAN / Wayang Kulit ala Pakde Karwo, Sarat Pesan Untuk Pilgub Jatim
img_0828.jpg

Wayang Kulit ala Pakde Karwo, Sarat Pesan Untuk Pilgub Jatim

JatimMandiri, Madiun – Gubernur Jawa Timur Soekarwo menggelar wayang Kulit di desa kelahirannya, Palur, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun Jumat malam 6/10/2017. Pengamat menilai, ada yang mau disampaikan oleh pemimpin Jawa Timur dua periode ini, berkaitan suksesi Gubernur Jatim berikutnya.

Hal itu disampaikan Airlangga Pribadi, Direktur The Initiative Riset dan survey. Akademisi dari Unair Surabaya ini menilai ada pesan dahsyat yang disampaikan Pakde Karwo dengan Wayang Kulit ini. Pertama adalah, wayang kulit ini diharapkan tetap dijadikan sebagai simbol kejayaan budaya di Jawa Timur yang harus tetap ada meskipun nantinya Gubernur Jatim bukan lagi dijabatnya. “Jadi siapapun Gubernur Jatim nanti, adalah pemimpin yang betul-betul komitmen peduli kepada budaya Jawa Timur khususnya melestarikan wayang Kulit,” papar Airlangga Pribadi, Minggu (8/10/2017).

Pesan kedua adalah, soal tongkat estafet pemimpin Jawa Timur. Akademisi yang akrab disapa Angga ini mengatakan, dilihat dari Judul lakon Wayang Kulit itu, ‘Kalimatoyo’ artinya adalah figur kepemimpinan. “Dalam anthropology kebudayaan Jawa Timur, wayang bukan hanya hiburan rakyat namun juga berperan sebagai kode kultural dan komunikasi politik untuk menyampaikan pesan dari pemimpin kepada rakyatnya,” jelas Angga.

Dijelaskan Angga, Lakon Kalimatoyo adalah gelar yang diberikan kepada Prabu Yudhistira setelah ia bersama Pandawa Lima memenangkan pertempuran di medan kurusetra dan kembali memimpin Kerajaan Astina, mirip peristiwa pergolakan di era Reformasi 1998.

Dimana, Kerajaan Astina dibawah pimpinan Kalimatoyo (Prabu Yudhistira) mencapai zaman keemasannya dengan kepemimpinan yang mampu membangun kesejahteraan rakyat, kepemimpinan yang partisipatoris dan berkeadilan yang kemudian diturunkan kepada Prabu Parikesit.

“Ini merupakan kode-kode kultural yang sangat dalam dan penuh makna,” jelasnya.

Terkait Pilgub Jatim 2018, lanjut Angga, ada pesan penuh kearifan dari lakon Kalimatoyo. Dimana proses suksesi kepemimpinan saat ini menjadikan “Prabu Kalimatoyo” bersama dengan rakyat Jawa Timur perlu untuk menggembleng pemimpin Jawa Timur untuk menemukan figur pengganti yang mampu memegang komitmen dengan rakyat maupun dengan elite politik. Kemudian jujur, amanah, arif, bijaksana dan mampu mensejahterahkan rakyat. “Nah isyarat itulah yang mau disampaikan Pakde Karwo kepada calon penerusnya. Sampai sekarang, masih sedang dicari figur yang bisa memenuhi semua syarat sesuai cerita Yudhistira dan Parikesit ini,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat membuka Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan Ki Dalang Anom Suroto dan Ki Bayu Aji di Desa Palur, Kec. Kebonsari, Kab. Madiun, Jumat (6/10) malam. Pagelaran wayang ini sebagai wujud rasa syukur Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jawa Timur dan keluarganya.

Menurut Pakde Karwo, tuntunan lebih penting dibanding tontonan. Tetapi, tuntunan yang diberikan kepada masyarakat akan mudah diterima jika disertai dengan tontonan. “Saya kira masyarakat menyenangi wayang kulit ini karena di dalamnya terdapat banyak pesan yang bermanfaat. Ki Anom Suroto yang terkenal dengan sabetannya diharapkan mampu menyampaikan pesan atau petuah-petuah kepada masyarakat,” ujarnya.

Mengenai lakon atau cerita yang dibawakan oleh Ki Anom Suroto yakni ‘Kalimataya’, dinilainya memiliki makna mendalam, dapat diartikan sebuah bentuk kepemimpinan yang ~sustainable and change~. Artinya, seorang pemimpin baru harus membawa kebaikan, terutama hal-hal baik dari pemimpin sebelumnya. Begitu pula pemimpin saat ini, harus mampu membimbing generasi selanjutnya.

Dengan demikian, masyarakat bersama dengan pemimpin atau raja barunya tersebut bisa sambung dan mencapai segala keinginannya. “Pemimpin harus mampu memimpin masyarakatnya dengan baik. Pemimpin harus mampu memimpin masyarakatnya tanpa gaduh. Pemimpin tidak boleh menjelekkan pemimpin sebelumnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Gubernur kelahiran Madiun tersebut menyampaikan doa, agar Indonesia, pada umumnya, dan Jatim serta Kab. Madiun pada khususnyam dalam suasana yang senantiasa kondusif, tentram, aman dan nyaman. “Semoga Indonesia dan Jatim, para petaninya memperoleh panen yang baik dan memperoleh keuntungan melimpah,” harapnya didepan ribuan masyarakat yang memadati lapangan Desa Palur Kebonsari tersebut. Rko

About redaksi

Check Also

formasi Ravage, Agus (guitar), Wahyu (bass), Wulan (vocal) dan Tedja (drum).

Keresahan Ravage, Band Indie Asal Malang

JatimMandiri, Malang – Ravage Hardcore/Powerviolance unit Pada awalnya terbentuk pada pertengahan 2015 di Kota Batu, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *