Home / EKORAT / Pertunjukan BEC 2017 Dongkrak Rejeki Warga Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Menko PMK Puan Maharani dan Menpar Arief Yahya saat pembukaan Banyuwangi Ethno Carnival 2017, Sabtu (11/11).
Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Menko PMK Puan Maharani dan Menpar Arief Yahya saat pembukaan Banyuwangi Ethno Carnival 2017, Sabtu (11/11).

Pertunjukan BEC 2017 Dongkrak Rejeki Warga Banyuwangi

JatimMandiri, Banyuwangi – Kegiatan gelar budaya ‘Banyuwangi Ethno Carnival (BEC)’ 2017 berdampak luar biasa pada roda perekonomian di bumi Blambangan itu. Masyarakat khususnya para pelaku ekonomi baik itu pedagang kecil, hotel, warung kuliner hingga rental mobil mendapatkan rejeki nomplok beberapa hari ini.

Itu terbukti, mulai Jumat sampai Sabtu (11/11/2017) hampir semua hotel di Banyuwangi full boked. Bahkan ada rombongan yang ‘memaksa’ menginap di hotel yang baru diresmikan ke esokan harinya. Yakni di Hotel Sahid Osing yang terletak di Desa Kemiren 20 menit dari kota Banyuwangi yang diresmikan Sabtu malam (11/11) oleh Bupati Abdullah Azwar Anas dan Menteri Pariwisata Arie Yahya. “Hari Jumat ada tamu nekad datang, padahal hotel dan resort Sahid ini belum diresmikan. Ya akhirnya mereka kami ijinkan menginap,” kata Hariadi Sukamdani, Direktur Utama Hotel Sahid Osing Kemiren, Sabtu (11/11/2017).

Salah satu kostum dan peragaaan yang tampil di BEC 2017 Majestic Ijen.
Salah satu kostum dan peragaaan yang tampil di BEC 2017 Majestic Ijen.

Pemilik hotel yang bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi ini mengakui antusiasme masyarakat luar Banyuwangi untuk datang ke even BEC 2017 sangat besar sekali. “Meski hotel kami berada di desa, dan satu-satunya hotel grup Sahid yang cuma 26 kamar, tapi kami yakin okupansinya terus tinggi,” ujarnya.

Pada hari pelaksanaan BEC juga demikian. Satu jam sebelum acara dibuka oleh Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, geliat ekonomi di masyarakat sudah terasa. Pedagang-pedagang kecil yang berjualan di sisi kiri kanan di jalur yang dilewati pawai BEC bisa meraup rupiah dari para pengunjung yang hadir. Ada yang berjualan es campur, es tebu, jajanan khas banyuwangi hingga butik-butik yang berada di sekitar kota Banyuwangi ikut kebagian rejeki. Terlebih panitia BEC ini meminta pengunjung dan tamu yang datang agar menggunakan dress code ‘Nuansa Hitam’. Jadilah toko-toko baju di Banyuwangi yang menyediakan kaos, batik atau kemeja warna hitam laris manis.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, BEC adalah salah satu even rutin dari 72 even digelar di Banyuwangi setiap tahun sejak 7 tahun lalu. Dampaknya memang cukup luar biasa bagi perekonomian masyarakat serta Pemkab Banyuwangi. Jika Tujuh tahun lalu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banyuwangi Rp 60 miliar pertahun, sekarang ini sudah bertambah jadi Rp550 miliar per tahun.  “Dulu tingkat kunjungan wisatatawan dalam negeri 500 ribu orang pertahun, sekarang dengan kegiatan yang disupport gotong royong oleh masyarakat, sekarang rata-rata 4,3 juta lebih. Wisatawan manca Negara tumbuh dari 5000 orang menjadi sedikitnya 100 ribu orang,” papar Anas.

Pihaknya juga sengaja tidak melibatkan Event Organizer dalam even sebesar BEC. Sehingga BEC bisa dikerjakan oleh Pemda bersama rakyat dan seniman-seniman budaya di Banyuwangi. Jadilah BEC bukan semata festival budaya tapi sarana mendorong gotong royong dan tumbuhnya partisipasi yang dibangun oleh rakyat di Banyuwangi.

Dampak dari strategi cara pembangunan pariwisata seperti itu, kata Anas, income perkapita Banyuwangi dulu Rp14.000.000 perorang pertahun jauh dibawah Jember dan Malang. Tapi setelah ada dorongan dari sector wisata dan proteksi pasar modern karena sejak Azwar Anas menjadi bupati tidak diijinkan Alfamart, Indomart dan Mall tumbuh di kota Banyuwangi. “Alhamdulillah sekarang income masyarakat Banyuwangi sudah tumbuh dari Rp14juta perorang pertahun menjadi Rp41,6juta perorang pertahun,” ungkapnya.

Pesta budaya tahunan ‘Banyuwangi Ethno Carnival (BEC)’ digelar di sepanjang jalan di Taman Blambangan, hingga Taman Sri Tanjung yang jaraknya tak kurang sekitar 1 kilometer di Banyuwangi, Jawa Timur. Adapun thema Banyuwangi Ethno Carnival 2017 ini adalah “Majestic Ijen” yang akan mempertontonkan keagungan Gunung Ijen yang sangat dibanggakan Masyarakat Banyuwangi. Explorasi Gunung Ijen akan disuguhkan melalui  peragaan kostum bertema penambang belerang, blue fire, dan kawah Ijen. Serta ratusan kreasi kostum-kostum lainnya dari seluruh seniman, budayawan, turis asing ikut meramaikan even kelas nasional ini. rko

 

About redaksi

Check Also

img_0842.jpg

Peringati Hari Pangan, Bude Karwo Makin Dekat Rakyat

JatimMandiri, Sidoarjo – Memperingati Hari Pangan Sedunia ke 27, Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *