Home / HUKDIL / Fatayat NU Kecam Pengurangan Kuota CPNS Perempuan
Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur Hj Hikmah Bafaqih.
Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur Hj Hikmah Bafaqih.

Fatayat NU Kecam Pengurangan Kuota CPNS Perempuan

 

JatimMandiri, SURABAYA – Jawa Timur dihebohkan dengan sikap pemprov Jawa Timur yang berencana mengurangi kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) perempuan, pada Jumat (22/12). Hal itu langsung mendapat reaksi dari Pengurus wilayah Fatayat NU Jatim sebagai ormas seluruh anggotanya perempuan.

 

Ketua PW Fatayat NU Hj Hikmah Bafaqih mengaku heran dengan rencana terebut. “Kami benar-benar menyesalkan pernyataan Sekdaprov terkait pembatasan penerimaan CPNS perempuan di lingkungan Pemprov Jatim,” kecam Hikmah, Sabtu (23/12).

 

Menurut Hikmah Bafaqih, perlakuan diskriminatif tersebut jelas kontraproduktif terhadap upaya bersama yang selama ini telah diperjuangan GO (grassroots organization) dan NGO (Non-Government Organization) untuk menempatkan perempuan dalam posisi yang setara dan adil gender dalam kebijakan pembangunan. “Terlebih alasan yang digunakan Sekdaprov adalah soal dugaan kurang produktifnya kinerja pegawai perempuan karena tugas reproduksinya, menjalani kehamilan. Ini jelas pelecehan,” tandasnya.

 

Tugas reproduksi perempuan, kata Bafaqih, adalah tugas adiluhung dan kodrati yang akan menjamin keberlangsungan generasi ummat manusia. “Bagaimana orang hamil kemudian itu dianggap sebagai ‘gangguan’,” herannya.

 

Secara khusus PW Fatayat NU juga sudah menyampaikan keprihatinan ini pada kader NU yang menjabat di Pemprov Jatim, Wakil Gubernur Gus Ipul. “Alhamdulillah, Gus Ipul membantah dan turut prihatin atas pernyataan kontraproduktif dari Sekdaprov ini. Semoga ke depannya tak akan muncul lagi sikap dan tindakan diskriminatif semacam ini,” pungkas Bafaqih yang juga Ketua Tim Pemenangan pasangan calon gubernur Gus Ipul dan wakil Gubernur Azwar Anas untuk Pilgub Jatim 2018 ini.

 

Sebelumnya, Pemprov Jawa Timur mengatakan akan mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar dalam rekrutmen CPNS tahun 2018 dilakukan secara  proporsional, yakni perempuan dibanding laki-laki sebesar 50:50%.

 

Kepala Biro Humas Karo Humas Pemprov. Jatim Drs. Benny Sampir Wanto juga  meluruskan adanya pemberitaan yang menyebutkan SekdaProv Jatim akan membatasi rekrutmen CPNS perempuan.

 

Dijelaskan, rekrutmen terakhir CPNS di jajaran Pemprov. Jatim dilaksanakan pada tahun tahun 2014. Saat itu direkrut sebanyak 114 orang CPNS, dimana komposisinya perempuan sebanyak 60-70%, sisanya laki-laki. “Oleh karena itu, Pak Sekda berencana akan mengusulkan komposisi CPNS yang diterima dalam rekrutmen tahun 2018 mendatang, yakni antara perempuan dan laki-laki untuk diimbangkan, yaitu 50:50%, guna saling melengkapi, bukan maksud kami untuk melakukan diskriminasi,” ujarnya sambil menambahkan berbagai kelebihan pekerja perempuan diantaranya teliti, tekun, dan rajin.

Benny membenarkan bahwa hamil, melahirkan, menyusui merupakan hal kodrati perempuan yang harus dihargai, sehingga tidak boleh dilakukan diskriminasi. Termasuk pula, postur tubuh pendek, tinggi, gemuk, kurus merupakan sebuah kondisi yang tidak boleh dilakukan diskriminasi dalam rekrutmen sebuah pekerjaan. “Asalkan yang bersangkutan mampu melakukan pekerjaan yang diberikan,” jelasnya. rko

 

About redaksi

Check Also

jatimmandiri benyamin

DPRD Jatim Kawal Kasus Kekerasan Dokter di Sampang

JatimMandiri, Surabaya – Aksi kekerasan yang dilakukan oleh Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kab. Sampang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *