Home / YAHUD / PENDIDIKAN / Mahasiswa di Surabaya ini Ingin Kenalkan Tari Tradisional ke Mancanegara
Dwi Kurniawati
Dwi Kurniawati

Mahasiswa di Surabaya ini Ingin Kenalkan Tari Tradisional ke Mancanegara

JATIMMANDIRI, SURABAYA – Di saat gadis seusianya lebih tertarik pada tari modern, Dwi Kurniawati justru getol memperdalam seni tari tradisional.

Dwi bahkan berangan satu saat bisa menjadi seniman besar Indonesia, dan punya kesempatan mengenalkan seni taritradisional yang dia kuasainya itu hingga ke mancanegara.

“Insya Allah kalau kita melakukan sesuatu dengan tulus dan ikhlas, rejeki pasti ikut mengalir. Saat ini Dwi masih terus berusaha dan belajar untuk jadi penari profesional, menari itu bagian dari hidup Dwi yang nggak bisa dipisah. Berapapun rejeki yang aku dapat dari menari pasti aku sangat bersyukur,” begitu tuturnya.

Lewat ketrampilan menari yang dia kuasai, Dwi ingin menularkannya pada generasi muda bangsa negerin ini.

Niat itu sudah dimulai dengan mengajar tari di sejumlah sekolah.

Saat ini Dwi yang masih menempuh pendidikan semester 3 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Jurusan Sendratasik tercatat jadi guru ekstrakulikuler menari tradisional di  SMA Negeri 21 Surabaya, SMA Advent Surabaya, dan MI Pucang Sidoarjo.

“Setiap ngajar tari, aku selalu mengingatkan murid-muridku agar selalu belajar melestarikan budaya bangsa,” tandasnya.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini juga berpesan pada muridnya supaya selalu menghargai karya orang lain.

“Karya seni itu mahal, seni itu mewah. Karena itu, seni tradisionalini harus dijaga keberadaannya,” ujar Dwi.

Dwi mengaku dirinya sempat pula mempelajari seni tari modern.

“Tapi nggak tahu kenapa, aku lebih suka dan merasa lebih cocok di tari tradisional. Selain itu juga ingin bisa bantu melestarikan budaya bangsa yang mulai jarang diminati oleh anak muda jaman sekarang,” ungkap gadis kelahiran Surabaya, 18 Februari 1998 ini.

Menurut Dwi, seni tari tradisional yang dikenalnya sejak kecil ini tak bisa dilakukan sembarangan.

“Ragam gerak tari tradisional ini sangat luar biasa. Butuh latihan rutin untuk bisa tahu tentang detail gerakan-gerakannya. Menari tradisional tidak boleh asal begitu aja, harus dengan niatan yang sungguh-sungguh dari dalam hati,” bebernya.

Dwi saat terus belajar keras agar bisa menciptakan kreasi sendiri yang akan dia kenalkan pada masyarakat luas.

“Aku sudah punya konsepnya untuk digarap. Tinggal tunggu waktu luang untuk mulai cari inspirasi gerak dan coba buat mulai menggarap karya tari sendiri,” imbuhnya. (sya)

About redaksi

Check Also

Daffa

Kulit Perut Menipis, Bocah Sukodono Sidoarjo ini Perlu Pertolongan

JatimMandiri, SIDOARJO –  Daffa Andika Putra berusia 12 tahun hanya bisa tergolek lemah di kamar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *