Home / DIPOL / Azwar Anas Anggap Ada Upaya Pembunuhan Karakter
abdullah-azwar-anas-banyuwangi-tak-butuh-superman-rev-1.jpg

Azwar Anas Anggap Ada Upaya Pembunuhan Karakter

JatimMandiri, Surabaya – Bupati Banyuwangi yang juga kandidat Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Abdullah Azwar Anas kembali digoyang isu soal perempuan. Anas menganggap hal ini adalah upaya pembunuhan karakter dirinya dan Risiko Kebijakan Pembangunan Daerah yang bermanfaat buat rakyat banyak.

Azwar Anas menganggap ada proses pembunuhan karakter terkait polemik pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim. Ada sejumlah upaya pembunuhan karakter, termasuk teror yang kerap diterima Anas dan keluarganya.

”Jadi terkait apa yang jadi desus-desus itu, saya sudah biasa. Perlakuan yang sama persis seperti ini sudah saya terima sejak tahun kedua menjabat ketika saya menerapkan sejumlah kebijakan, seperti pelarangan pasar modern, memperjuangkan saham bagi rakyat di sektor pertambangan, dan sebagainya. Bahkan, saya dilaporkan melakukan kriminalisasi kebijakan karena kebijakan-kebijakan tersebut,” jelas Anas, Jumat (6/12/2018) di Surabaya.

Soal isu soal pelanggaran moral dan beredarnya foto mirip dirinya bersama perempuan adalah hal yang bertujuan memojokkan dirinya. Terlebih saat ini menjelang tahun politik.

”Bahkan saya juga dikirimi macam-macam gambar di masa lalu untuk mencegah saya mengambil kebijakan-kebijakan tertentu. Tapi kan saya tetap lanjutkan apa yang baik bagi orang banyak,” imbuh Anas.

Bupati dua periode ini menyebut, membangun daerah memang bukan suatu hal yang mudah. Ada banyak tantangan. “Tapi karena dukungan penuh masyarakat, kemudian terbukti banyak perubahan di Banyuwangi. Ya ini saya anggap sebagai risiko lah, apapun yang datang menghadang untuk kebaikan banyak orang seperti program Rantang Kasih yang memberi makanan bergizi tiap hari ke lansia, program uang saku tiap hari bagi pelajar miskin dan sebagainya, ya itu sudah biasa kita hadapi jika ada yang menyerang terkait momen politik,” papar Anas.

Program-program ekonomi kerakyatan berhasil meningkatkan pendapatan per kapita warga Banyuwangi dari Rp 20,8 juta per orang per tahun menjadi Rp 41,46 juta per orang per tahun pada 2016 atau ada kenaikan 99 persen. Angka kemiskinan pun menurun cukup pesat menjadi 8,79 persen pada 2016, jauh lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Jatim yang tembus dua digit. “Saya mohon doanya dari masyarakat, agar bisa melewati ujian ini,” pungkasnya. Rko

About redaksi

Check Also

Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Ajak Relawannya Tidak Terpancing Kampanye Hitam

  JatimMandiri, SIDOARJO – Jiwa besar ditunjukkan bakal Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Meski bertubi-tubi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *