Pemkot: Selesaikan Proyek MERR; 2018 Tuntaskan Pembebasan Lahan

JATIMMANDIRI, Surabaya – Pemkot tahun ini menggenjot pengerjaan proyek-proyek infrastruktur jalan. Khususnya jalur lingkar luar timur ( JLLT) dan midle east ring road (MERR) agar terhubung ke tol Waru–Juanda. Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji saat press conference mengenai arah dan proyeksi pembangunan Surabaya pada 2018.

Agus menyatakan, pemkot telah menganggarkan Rp 80 miliar untuk pengerjaan fisik MERR tahun ini. Adapun dinas PU bina marga dan pematusan (DPBMP) terus menyelesaikan pembebasan lahan di kawasan Gunung Anyar. ’’Proyek MERR tinggal 1,6 kilometer. Kami targetkan tahun ini bisa tuntas,’’ tuturnya.

Selain itu, pemkot telah menggelontorkan dana untuk proyek JLLT sekitar Rp 123 miliar. Anggaran multiyear tersebut ditujukan pada 2018–2019. ’’Tahun ini proyek JLLT akan diteruskan,’’ katanya.

Dalam proyek MERR, pengerjaan ditangani langsung oleh pemerintah pusat. Pemkot hanya bertugas membebaskan lahan. Namun, sejak tahap awal pada 2015, pembangunan MERR tersendat pada pembebasan lahan di wilayah Gunung Anyar.

Total ada 268 persil lahan yang dibutuhkan untuk membangun jalan sepanjang 15 kilometer tersebut. Dari jumlah itu, 194 persil sudah dibayar. Tersisa 74 persil yang terdiri atas 54 persil persawahan dan 20 tanah permukiman.

Camat Gunung Anyar Dewanto Kusumo Legowo mengatakan, ada satu persil rumah di RT 2, RW 1, Kelurahan Gunung Anyar, yang hingga kini belum dibayarkan. Dokumen kepemilikan rumah tersebut masih bermasalah. ’’Lahan persawahan juga belum semua dibebaskan,’’ tuturnya.

Sementara itu, Balai Besar Peng adaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII belum menganggarkan dana untuk pembangunan fisik jalan. BBPJN VIII menunggu Pemkot Surabaya menyelesaikan pembebasan lahan.

Kepala Satuan Kerja Metropolitan I BBPJN VIII Yudi Widargo mengatakan, tahun ini belum ada anggaran untuk menggarap MERR IIC. Sebab, pihaknya masih menunggu kepastian pembebasan lahan selesai. ’’Kami koordinasi dengan pemkot,’’ katanya.

Dia menambahkan, pada 2016 BBPJN VIII sudah menganggarkan dana dari APBN Rp 36 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pe- ngerjaan fisik jalan sepanjang 1,6 kilometer. Sebab, lahan di wilayah Gunung Anyar belum tuntas. Proyek itu ditunda hingga 2017. Namun, pengadaan lahan kembali belum tuntas pada 2017. BBPJN VIII menunda penganggaran pembangunan fisik pada 2018.

Sementara itu, pembangunan JLLT baru menyelesaikan dua jalur di Kecamatan Bulak. JLLT menghubungkan wilayah timur melalui Sukolilo hingga Rungkut. Namun, pembangunan tersendat pada pembebasan lahan. Pada 2017 pemkot mengajukan pembebasan lahan 37 bidang. Jumlah itu belum bisa 100 persen. Int.

About redaksi

Check Also

Komix Lo Han Kuo+ Ajak Masyarakat Bukber di Masjid Rewwin

Post Views: 40   JatimMandiri, SURABAYA – Komix LO HAN KUO+ menggelar acara buka puasa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JatimMandiri
Assign a menu in the Left Menu options.