Breaking News
Terdakwa Pencabulan terhadap anak saat disidang di PN Surabaya, Selasa (20/2/2018).

Pelaku Pencabulan Anak divonis 8 dan 5 Tahun

JatimMandiri, Surabaya – Ketua Majelis Pengadilan Negeri Surabaya, Harijanto memvonis dua terdakwa eks oknum satpol PP, Achmad Syafii dan Muhammad Sunarto dalam perkara pencabulan dan pelecehan seksual terhadap 7 korban siswi mengaji yang bertempat di Mushola Medokan Sumampir Surabaya. Dalam putusanya, Achmad Syafii di vonis 8 tahun 8 bulan. Sedangkan Muhammad Sunarto dikenai hukuman 5 tahun 6 bulan.

“Mengadili terdakwa Achmad Syafii terbukti secara sah melawan hukum sesuai Pasal 76D Juncto Pasal 81 ayat (1) dengan hukuman 8 tahun 8 bulan penjara,” ujar Ketua Majelis Harijanto saat membacakan putusan di ruang Kartika I PN Surabaya, Selasa (20/2/2018).

Setelah memvonis Achmad Syafii, Hakim Harijanto melanjutan putusannya kepada terdakwa Muhammad Sunarto dengan hukuman 5 tahun 6 bulan dikarenakan terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan melawan hukum sesuai Pasal 76E Jo Pasal 81 ayat (1) tentang Perlindungan Anak.

Tak hanya dikenai hukuman badan, kedua terdakwa masing-masing dikenai denda Rp. 100 juta. Jika tidak dibayar akan dikenai hukuman selama 2 bulan penjara.

Menanggapi putusan majlis hakim dalam perkara ini, Penasehat Hukum kedua terdakwa, Fariji dan Jaksa Penuntut Umum Kejari Surabaya, Darwis menyatakan menerima putusan.

Perlu diketahui, Vonis Majelis Hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis, yang sebelumnya menuntut Achmad Syafii dengan hukuman 13 tahun sesuai Pasal 76D Juncto Pasal 81 ayat (1) Tentang Kekerasan Anak dan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan yang menelan korban 7 anak di bawah umur. Sedangkan Muhammad Sunarto sebelumnya juga dituntut oleh JPU dengan hukuman 8 tahun sesuai Pasal 76E Jo Pasal 81 ayat (1) tentang Perlindungan Anak.

Di sisi lain, Marta ibu dari NA korban pencabulan yang dilakukan oleh terdakwa Achmad Syafii menangis histeris setelah mendengar putusan yang di bacakan majlis hakim. Pasalnya, antara tuntutan Jaksa dan Putusan yang dibacakan oleh Majlis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya dinilai kurang memenuhi rasa keadilan.

“Kenapa pak Jaksa hukumanya sangat ringan, anak saya sudah cacat seumur hidup,” ujar Marta sembari menangis dihadapan Jaksa Darwis sesaat persidangan usai digelar.

Mendengar jeritan hati dari wanita paruh baya itu, Jaksa Darwis lantas menjelaskan jika tuntutan dan putusan majlis hakim kepada kedua terdakwa sudah sesuai aturan.

“Putusan hakim sudah sesuai aturan dengan rumus hukum pidana 2/3 dari tuntutan Jaksa,” ujar Jaksa Darwis menanggapi rintihan ibu korban pencabulan. yaq

About redaksi

Check Also

Kalah, Kontraktor Ini Ngluruk Panitia Lelang 

Post Views: 62 JATIMMANDIRI,  Lamongan – Merasa penawarannya paling rendah dibandingkan dengan peserta lelang lainnya,  …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JatimMandiri
Assign a menu in the Left Menu options.