Petani Lombok di Dawarblandong, Mojokerto.

Cuaca Ekstrem, Petani Cabai Dawarblandong Rugi Besar

Jatimmandiri, Mojokerto – Petani cabai asal Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto mulai mengeluhkan cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Pasalnya, saat ini mereka harus menerima kenyataan hasil panen cabai yang didapatnya musim ini turun cukup drastis.

Petani asal Dawarblandong, Satimen (62) menjelaskan bahwa hasil cabai yang didapatnya kini menurun, bahkan hampir lebih dari 50 persen. “Biasanya bisa mencapai satu kwintal lebih. Tapi sekarang hanya bisa memanen cuma 35 kg,” ungkapnya.
“Ya ini karena banyak tanaman yang mati, kena banjir. Selain itu juga kena bon upas ( sejenis hama tanaman cabai). Ada cabai hijau yang belum sampai merah, sudah mati duluan. Jadi gak bisa dipanen.” tambahnya.
Sementara itu, kegagalan panen yang dialami petani Dawarblandong juga semakin diperburuk dengan harga cabai yang tidak menguntungkan petani. Bila di pasaran masyarakat harus membeli dengan harga lebih dari Rp 50 ribu, petani di Dawarblandong hanya bisa menjual cabai mereka dengan harga Rp 30 ribu. “Kalau dijual pas masih hijau, harganya malah murah sekali. Cuma Rp 10 ribu per kg. Tapi kalau gak segera dijual, rugi karena gak bisa panen,” tandasnya. (joe)

About redaksi

Check Also

Pajak UMKM Turun Setengah Persen, Ini Kata Hipmi Jatim

Post Views: 27 JatimMandiri, Surabaya – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur mengapresiasi kebijakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JatimMandiri
Assign a menu in the Left Menu options.