Breaking News
Anggota Komisi C DPRD Jatim Aufa Zhafiri.

Komisi C Tolak Penyertaan Modal Bank Jatim Syariah

JatimMandiri, SURABAYA – Komisi C DPRD Jawa Timur dengan tegas menolak rencana dan keinginan PT Bank Jatim untuk meminta penyertaan modal dari APBD untuk pendirian Bank Usaha Syariah (BUS). Untuk saat ini, pendirian BUS atau akrab disebut sebagai Bank Jatim Syariah ini tidak terlalu mendesak.

Hal tersebut dilontarkan Aufa Zhafiri, anggota Komisi C DPRD Jatim usai melakukan hearing dengan direksi Bank Jatim, Senin (5/3/2018). “Kami tidak sepakat penyertaan modal untuk BUS, intinya kami menolak,” tegas Aufa Zhafiri.

Menurutnya, pendirian BUS menuju buku II belum terlalu urgent untuk saat ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih memberi tenggang waktu hingga 2020. Dengan demikian, tidak perlu ada dana APBD Jatim yang dialokasikan untuk BUS di tahun 2018 ini. Apalagi dana yang diperlukan untuk penyertaan BUS sangat besar, yakni mencapai Rp 1 Triliun rupiah. “Kami tidak setuju APBD untuk modali BUS, baik itu di APBD murni maupun di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) 2018,” papar Aufa.

Dijelaskannya, saat ini, beban APBD Jatim sangat berat. Masih banyak keperluang yang lebih mendesak. Diantaranya adalah menuntaskan dana pilgub Jatim 2018 yang masih dicicil. Kemudian menyediakan anggaran untuk dana bantuan politik (banpol) yang angkanya mengalami kenaikan. Belum lagi keperluan anggaran untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat lainnya. “Jadi untuk penyertaan modal ke BUMD bisa kapan-kapan saja, kalau APBD Jatim sudah siap,” usul politisi Partai Gerindra.

Sementara itu, Anik Maslachah, ketua Komisi C DPRD Jatim memberi syarat soal penyertaan modal untuk BUS ini. “Kami tidak akan mengeluarkan uang sebelum ijin prinsip dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) turun,” ujar Anik Maslachah.

Menurut politisi asal PKB, setelah ijin dari OJK turun, Komisi C akan segera membuatkan BUMD tersendiri bagi BUS Jatim supaya statusnya tidak lagi menjadi anak perusahaan Bank Jatim. “Ini juga untuk memudahkan pengawasan bagi DPRD Jatim sebab kalau hanya anak perusahaan pertanggungjawaban langsung kepada induk perusahaan,” tegas Anik. rko

 

About redaksi

Check Also

PTPN X Kejar Produksi Tebu 200 ton Per Hektar

Post Views: 33 JatimMandiri, Surabaya – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X terus berupaya meningkatkan kinerjanya, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JatimMandiri
Assign a menu in the Left Menu options.