Angga Ketua HMI Surabaya

Penutupan Gang Dolly Sisakan Masalah, Ini tanggapan Ketua HMI 

JatimMandiri, Surabaya –  Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Di Jakarta. Hal ini membuat semakin membutuhkan energi ekstra untuk menatanya. Penutupan lokalisasi gang Dolly masih menyisakan banyak persoalan yang belum rampung hingga saat ini.
Terlihat ada beberapa elemen masyarakat masih mempertanyakan nasib mereka pasca ditutup secara permanen lokalisasi Dolly dengan menggugat Wali Kota Surabaya,  Tri Rismaharini ke Pengadilan Negeri Surabaya.
Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Surabaya, Angga Putera Pratama ikut mengomentari soal itu.  Ia berpendapat lebih sepakat dengan Bu Risma dengan kebijakannya menutup permanen gang Dolly karena memang seiring dengan UU dan norma moral budaya ketimuran.
“Saya kira sudah sepatutnya Dolly ditutup. Kita tahu agama menapun tidak membenarkan aksi prostitusi . Semua demi kebaikan generasi bangsa yang bermoral,” ujar Sarjana Agama kelahiran Surabaya itu.
Penolakan itu lanjut dia, kita harus analisis siapa yang menolak itu. Kebanyakan yang menolak penutupan gang Dolly dengan dalih menghancurkan mata pencahariannya selama ini merupakan bukan penduduk asli Surabaya melainkan pendatang,  justeru yang penduduk asli mendukung bu Risma.
Selain gang Dolly masih banyak permasalahan di Surabaya, sektor ekonomi salah satunya. Ia melihat Bu Risma harus bisa lebih memperhatikan nasib warga asli Surabaya,  yang mana seperti diketahui warga asli Surabaya banyak yang menjadi penonton di Kota sendiri.
Banyak penduduk urban yang kemudian membuka usaha dan kemudian hingga sukses.  Memang tidak bisa disalahkan namun seharusnya warga lokal sudah selayaknya bisa ikut bersaing dalam hal ini.
“Warga lokal harus punya daya saing untuk mengimbangi laju perekonomian yang saat ini bisa dikatakan masih banyak dikuasai warga luar Surabaya. Jadi bukan hanya modal sebenarnya namun skill lebih berperan penting,” bebernya lagi.
Bu Risma lanjut Angga, sudah punya banyak perhatian pada pendidikan, hal tersebut bisa dilihat didirikannya Kampung Anak Negeri yakni asrama penampungan anak-anak jalanan yang kemudian dibina dan disekolahkan.
“Pendidikan menjadi penting untuk kemudian bisa diharapkan memutus rantai kemiskinan yang ada di Kota Surabaya ini,” ungkap alumni UIN Sunan Ampel Surabaya Jurusan Perbandingan Agama itu.
Angga berkeyakinan Surabaya selama kurun waktu sepuluh tahun ini sudah banyak mengalami perbaikan.  Mulai dari tata kota, pendidikan,  ekonomi dan reformasi birokrasi yang baru-ini sedang viral videonya Bu Risma sidak di kecamatan-kecamatan dan mendapati banyak kesalahan dan langsung menegurnya bahkan tidak sungkan untuk ikut membereskan. yaq

About redaksi

Check Also

Unair Tidak Bisa Cegah Dukungan Alumni di Pilgub Jatim

Post Views: 40 JatimMandiri, Surabaya – Kepala Pusat Informasi dan Humas Unair (PIH) Unair Suko …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JatimMandiri
Assign a menu in the Left Menu options.