Breaking News
Salah satu kostum dan peragaaan yang tampil di BEC 2017 Majestic Ijen.

Banyuwangi Sambut Pemudik, Ini Beragam Atraksi yang Sudah dipersiapkan

JatimMandiri, Banyuwangi – Selama libur lebaran, para pemudik dan wisatawan yang datang ke Banyuwangi, tidak hanya bisa menikmati tempat wisata, namun berbagai atraksi wisata dipersiapkan untuk menambah daya tarik.

“Ada berbagai event yang kami siapkan selama libur lebaran,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Selasa (12/6).
Menurut Anas, berdasarkan pengalaman, saat libur lebaran tidak hanya pemudik tapi banyak wisatawan yang datang ke Banyuwangi untuk wisata. Karena itu, atraksi wisata yang berbalut kebudayaan lokal Banyuwangi bisa menjadi daya tarik untuk dikunjungi.

Terdapat event yang digelar secara maraton dengan suguhan nuansa khas budaya Suku Using. Upacara Adat Barong Ider Bumi, Diaspora Banyuwangi, Seblang Olehsari, dan Puter Kayun.

 

Upacara Adat Barong Ider Bumi digelar, Sabtu (16/6), atau 2 Syawal 1439 H, di Desa Kemiren, Glagah, Banyuwangi.

“Atraksi ini merupakan tradisi turun temurun Suku Using, yang merupakan ritual penolak bala. Ini atraksi yang unik dan kental nuansa budaya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Muhamad Yanuarto Bramuda.
Seblang Olehsari, digelar di Desa Olehsari, Glagah, Banyuwangi, Senin (18/6).

Tari Seblang menjadi daya tarik karena memiliki daya magis yang kuat.

Tari Seblang dimainkan oleh seorang perempuan yang kerasukan. Dalam keadaan tak sadar ini perempuan itu menari lalu berkeliling kampung.

Selain dua event tersebut, untuk warga Banyuwangi yang pulang kampung Pemkab Banyuwangi menyiapkan program Diaspora Banyuwangi, Minggu (17/6), di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Acara ini akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Diaspora Banyuwangi selalu diikuti oleh ratusan peserta. Selain berasal dari berbagai daerah di tanah air, para perantau dari luar negeri, Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Amerika, dan lainnya hadir dalam acara ini. Pada program ini biasanya disajikan kuliner khas seperti pecel pitik, rujak soto, hingga nasi cawuk.

Selain itu juga ada Puter Kayun, yang digelar 24 Juni. Ini merupakan tradisi napak tilas masyarakat Using Boyolangu, Kecamatan Giri dengan cara beramai-ramai naik delman.

Selain empat even tersebut, menurut Bramuda, terdapat beberapa desa yang menggelar event sendiri. Di Desa Wisata Using Kemiren, terdapat Pasar Jajajan Tradisional, yang menjual aneka makanan dan minuman khas masyarakat Using, pada Minggu.

Pasar ini berlokasi di Gang Lorong Cilik, Dusun Krajan Desa Kemiren. Untuk berbelanja di pasar ini, pembeli harus menggunakan kepeng atau kepingan uang kuno untuk bertransaksi.

Penggunaan koin kepeng sebagai alat transaksi, untuk memberikan keunikan tersendiri dan membuat pengunjung merasakan nuansa tradisional seperti pada masa lampau.

Untuk mendapatkan uang kepeng pengunjung pasar bisa menukarkan uang Rp. 10.000 dengan empat keping uang kepeng di pintu masuk pasar. Satu kepengnya senilai Rp. 2.500. Pembeli tinggal menyerahkan kepeng kepada penjual dan memiliki aneka makanan yang disukainya.

Terdapat aneka jajanan pasar seperti lupis, lanun, cenil, orog-orong, sawut, ketan kirip, kucur, gulali dan aneka minuman tradisonal.
Selain jajanan juga ada kuliner khas seperti ayam pecel pithik dan uyah asem.

Pasar Jajanan Tradisional sebagai salah satu atraksi wisata di Desa Wisata Using Kemiren, sekaligus menggeliatkan perekonomian masyarakat setempat. Pasar ini terwujud atas kolaborasi pemerintah desa, para pemuda karang taruna.

“Juga ada cangkurakan Malam Minggu di Desa Olehsari. Wisatawan bisa memilih acara yang disukai,” tambah Bramuda. bun

About redaksi

Check Also

Unair Tidak Bisa Cegah Dukungan Alumni di Pilgub Jatim

Post Views: 41 JatimMandiri, Surabaya – Kepala Pusat Informasi dan Humas Unair (PIH) Unair Suko …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JatimMandiri
Assign a menu in the Left Menu options.